Senin, 10 Oktober 2011

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PT. FRISIAN FLAG

Setelah menjelaskan profil dan SDM PT. Frisian Flag, maka kita lanjukan pada Tanggung Jawab Sosial dari PT. Frisian Flag sebagai berikut:

· Meningkatkan Pendidikan Melaluli Berbagi untuk Maju, menggalang dana untuk membiayai lebih dari 12 ribu murid sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), yang tersebar di 17 kota besar, di 16 provinsi di Indonesia.

· Program Pengembangan Masyarakat Mandiri Kelurahan Gedong, dengan mengadakan pengobatan geratis posyandu lansia

· Untuk merayakan upaya mereka dalam menciptakan hari esok yang lebih bersih dan hijau melalui Gerakan Aksi Peduli Energo Kids, hari ini 1,000 siswa dari 40 sekolah dasar di Jakarta menanam 1.000 pohon di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.dengan menanam 1000 pohon.

· Meningkatkan Kesejahteraan Peternak Sapi

http://www.frisianflag.com/id/ruang-media/foto-berita/5331-aksi-peduli-hijau-energo

http://www.frisianflag.com/id/ruang-media/foto-berita

SUMBER DAYA MANUSIA PT. FRISIAN FLAG

Tahukah Anda... Bahwa susu adalah sumber nutrisi alami yang paling kaya, lengkap dengan beragam jenis gizi yang membantu pertumbuhan, perkembangan, pemeliharaan, dan perlindingan tubuh kita? Bahwa susu mengandung nutrisi dalam jumlah besar.

Sejarah PT. Frisian Flag

Dikenal dengan nama Susu Bendera oleh masyarakat Indonesia, Frisian Flag telah memimpin industri susu nasional selama lebih dari 88 tahun. Tak heran jika Frisian Flag kini identik dengan susu dan pertumbuhan dari generasi ke generasi.

Semua berawal di tahun 1922 ketika susu dengan merek Friesche Vlag mulai diimpor dari Cooperatve Condensfabriek Friesland yang kini telah menjadi Royal FrieslandCampina. Koperasi ini adalah koperasi terbesar di dunia yang berpusat di Belanda dan beranggotakan 16 ribu peternak yang tersebar di tiga negara, serta memiliki karyawan tak kurang dari 22 ribu orang yang bekerja di 100 perusahaan di seluruh dunia.

Sebagai bagian dari keluarga multinasional ini, PT Frisian Flag Indonesia mengedepankan pengalaman global dan kerja sama jangka panjang dengan para peternak Indonesia untuk tetap menjadi leader dalam menghasilkan produk-produk bergizi berbasis susu. Hal ini dilakukan dengan memproduksi dan memasarkan aneka produk termasuk susu bubuk, susu cair siap minum, dan susu kental manis dengan merek-merek Frisian Flag, Yes!, dan Omela. Perusahaan ini memiliki dua buah pabrik berteknologi canggih yaitu di Pasar Rebo dan Ciracas, Jakarta. PT Frisian Flag Indonesia juga menaungi 1700 karyawan yang bekerja di seluruh penjuru Indonesia.

PT Frisian Flag Indonesia berkomitmen untuk senantiasa menghasilkan produk-produk susu bergizi yang dapat terjangkau oleh semua kalangan masyarakat. Selain itu, PT Frisian Flag Indonesia juga terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran gizi masyarakat melalui beragam program. Semua ini dilakukan sebagai wujud visi perusahaan untuk turut berkontribusi terhadap perkembangan bangsa.

Dalam memproduksi dan mendistribusikan produk-produk berbasis susu, PT Frisian Flag Indonesia tidak hanya mengikuti standar nasional dan internasional, namun juga mengadvokasi kepada para pemangku kepentingannya untuk senantiasa mendukung perkembangan holistik anak dan mempromosikan ASI eksklusif sesuai dengan petunjuk WHO.

Dalam merekrut pegawai PT. Frisian Flag menggunakan cara Online dengan memberi tahukan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh calon pegawai setelah itu deseleksi secara ketat dengan melalui test pisikotes, interview dan setelah di terima calon pegawai diberi waktu seminggu untuk masa percobaan.

Pada bidang SDM PT. Frisian Flag wujud komitmen dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, PT Frisian Flag Indonesia dan Matahari Food Business (Hypermart & Foodmart) mengajak masyarakat membantu mencerdaskan bangsa dengan membantu anak Indonesia untuk tetap bersekolah melalui program Berbagi Untuk Maju.

Sebelumnya menyalurkan bantuan tahap pertama Rp 501.253.965 untuk 2.531 siswa SD yang terancam putus sekolah di Sumut, 30 Agustus lalu. Frisian Flag Indonesia dan Matahari Food Business (Hypermart & Foodmart) menyalurkan dana bantuan program Berbagi Untuk Maju tahap kedua Rp 435.196.956 6 Oktober 2010, dialokasikan kepada 1.917 anak-anak SD dan SMP yang terancam putus sekolah di Jawa Tengah.

Penyerahan bantuan tahap kedua secara simbolik kepada siswa SDN Mangunharjo, Kota Semarang. Hadir dalam acara ini President Director Frisian Flag Indonesia Cees Rugrok, Director Marchendising & Marketing Matahari Food Business PT Matahari Putra Prima, Tbk, Mashvara Kanjaya dan Ketua Yayasan Lembaga GNOTA Jeansetie Sudjusadi, disaksikan perwakilan Dinas Pendidikan Kota Semarang


Link: http://www.frisianflag.com/id/beranda/inilah-kami

Kamis, 19 Mei 2011

MANUAL BOOK GAME LABIRIN BERBASIS JAVA NETBEANS 6.8

3IA11
DINA AMALIA (50408283)
NUR HANDAYANI (50408625)
RISTI MUSTIKA BRILIANTI (50408732)




Membuat Kode Program
Midlet
Labirin:
import javax.microedition.midlet.*;
import javax.microedition.lcdui.*;

public class labirin extends MIDlet implements CommandListener {
private canvas_labirin layar_kanvas;
private pilih layar_pilih;
private Command comm_keluar = new Command("Keluar", Command.EXIT, 99);
private Command comm_new = new Command("Level baru", Command.SCREEN, 1);
private Command comm_alert = new Command("Selesai", Command.EXIT, 1);
private Command comm_opsi = new Command("Pengaturan ukuran", Command.SCREEN, 1);
public labirin() {
try {
layar_kanvas = new canvas_labirin(Display.getDisplay(this));
layar_kanvas.addCommand(comm_keluar);
layar_kanvas.addCommand(comm_new);
layar_kanvas.addCommand(comm_opsi);
layar_kanvas.setCommandListener(this);
} catch(Exception e) {
Alert errorAlert = new Alert("error",
e.getMessage(), null, AlertType.ERROR);
errorAlert.setCommandListener(this);
errorAlert.setTimeout(Alert.FOREVER);
errorAlert.addCommand(comm_alert);
Display.getDisplay(this).setCurrent(errorAlert);
}
}
public void startApp() throws MIDletStateChangeException {
if(layar_kanvas != null) {
layar_kanvas.start();
}
}
public void destroyApp(boolean unconditional)
throws MIDletStateChangeException {
layar_kanvas = null;
System.gc();
}
public void pauseApp() {
}
public void commandAction(Command c, Displayable s) {
if(c == comm_new) {
layar_kanvas.newMaze();
} else if(c == comm_alert) {
try {
destroyApp(false);
notifyDestroyed();
} catch (MIDletStateChangeException ex) {
}
} else if(c == comm_opsi) {
if(layar_pilih == null) {
layar_pilih = new pilih(layar_kanvas);
}
Display.getDisplay(this).setCurrent(layar_pilih);
} else if(c == comm_keluar) {
try {
destroyApp(false);
notifyDestroyed();
} catch (MIDletStateChangeException ex) {
}
}
}

}

Java class:
Canvas_labirin:
import javax.microedition.midlet.*;
import javax.microedition.lcdui.*;
public class canvas_labirin extends javax.microedition.lcdui.Canvas {
private Display layar;
private pola_gambar garis;
private boolean gameover = false;
private int area;
private int x1;
private int x2;
private int x = 0;
private int y = 0;
private int yy;
private int xx;
private int yyh;
private int xxw;
private int Ox = 1;
private int Oy = 1;
private int Px = 1;
private int Py = 1;
int setColWidth(int colWidth) {
if(colWidth < 2) {
area = 2;
} else {
area = colWidth;
}
xx = getWidth() / area;
if(xx % 2 == 0) {
xx -= 1;
}
yy = getHeight() / area;
if(yy % 2 == 0) {
yy -= 1;
}
garis = null;
return(xx);
}
int getMinColWidth() {
return(x2);
}
int getMaxColWidth() {
return(x1);
}
int getMaxNumCols() {
return(yyh);
}
int getColWidth() {
return(area);
}
int getNumCols() {
return(xx);
}
public canvas_labirin(Display d) throws Exception {
layar = d;
int width = getWidth();
int height = getHeight();
area = 5;
x2 = 3;
yyh = width / x2;
if(yyh % 2 == 0) {
yyh -= 1;
}
xx = width / area;
if(xx % 2 == 0) {
xx -= 1;
}
yy = height / area;
if(yy % 2 == 0) {
yy -= 1;
}
xxw = 15;
x1 = width / xxw;
if(x1 > height / xxw) {
x1 = height / xxw;
}
if(x1 < area) {
throw(new Exception("error"));
}
}
void start() {
layar.setCurrent(this);
repaint();
}
void newMaze() {
gameover = false;
garis = null;
Px = 1;
Py = 1;
Ox = 1;
Oy = 1;
layar.setCurrent(this);
repaint();
}
protected void paint(Graphics g) {
if(garis == null) {
int width = getWidth();
int height = getHeight();
garis = new pola_gambar(xx, yy);
for(int i = 0; i < xx; i++) {
for(int j = 0; j < yy; j++) {
if(garis.area_xy[i][j] == 0) {
g.setColor(0,100,10);
} else {
g.setColor(255,255,200);
}
g.fillRect(x + (i*area),
y + (j*area),
area, area);
}
}
g.setColor(0,100,10);
g.fillRect(x + ((xx-1) * area),
y, width, height);
g.setColor(255,255,200);
g.fillRect(x + ((xx-1) * area),
y + ((yy-2) * area), width, height);
g.setColor(0,100,10);
g.fillRect(x,
y + ((yy-1) * area), width, height);
}
g.setColor(255, 100, 150);
g.fillRoundRect(x + (area)*Px,
y + (area)*Py,
area, area,
area, area);
if((Ox != Px) || (Oy != Py)) {
g.setColor(255,255,200);
g.fillRect(x + (area)*Ox,
y + (area)*Oy,
area, area);
}
if(gameover) {
int width = getWidth();
int height = getHeight();
Font font = g.getFont();
int fontHeight = font.getHeight();
int fontWidth = font.stringWidth("Berhasil");
g.setColor(255,255,200);
g.fillRect((width - fontWidth)/2, (height - fontHeight)/2,
fontWidth + 2, fontHeight);
g.setColor(255, 0, 0);
g.setFont(font);
g.drawString("Berhasil", (width - fontWidth)/2,
(height - fontHeight)/2,
g.TOP|g.LEFT);
}
}
public void keyPressed(int keyCode) {
if(! gameover) {
int action = getGameAction(keyCode);
switch (action) {
case LEFT:
if((garis.area_xy[Px-1][Py] == 1) &&
(Px != 1)) {
Ox = Px;
Oy = Py;
Px -= 2;
repaint();
}
break;
case RIGHT:
if(garis.area_xy[Px+1][Py] == 1) {
Ox = Px;
Oy = Py;
Px += 2;
repaint();
} else if((Px == garis.area_xy.length - 2) &&
(Py == garis.area_xy[0].length - 2)) {
Ox = Px;
Oy = Py;
Px += 2;
gameover = true;
repaint();
}
break;
case UP:
if(garis.area_xy[Px][Py-1] == 1) {
Ox = Px;
Oy = Py;
Py -= 2;
repaint();
}
break;
case DOWN:
if(garis.area_xy[Px][Py+1] == 1) {
Ox = Px;
Oy = Py;
Py += 2;
repaint();
}
break;
}
}
}
}

Pilih:
import javax.microedition.midlet.*;
import javax.microedition.lcdui.*;
public class pilih extends Form
implements ItemStateListener, CommandListener {
private Command kelaur = new Command("Selesai", Command.EXIT, 1);
private Gauge indikator;
private Gauge klomindikator;
private canvas_labirin xycanvas;
public pilih(canvas_labirin canvas) {
super("Pengaturan ukuran");
addCommand(kelaur);
setCommandListener(this);
xycanvas = canvas;
setItemStateListener(this);
indikator = new Gauge("Lebar", true,
xycanvas.getMaxColWidth(),
xycanvas.getColWidth());
klomindikator = new Gauge("Jumlah kolom", false,
xycanvas.getMaxNumCols(),
xycanvas.getNumCols());
append(indikator);
append(klomindikator);
}
public void itemStateChanged(Item item) {
if(item == indikator) {
int val = indikator.getValue();
if(val < xycanvas.getMinColWidth()) {
indikator.setValue(xycanvas.getMinColWidth());
} else {
int numCols = xycanvas.setColWidth(val);
klomindikator.setValue(numCols);
}
}
}
public void commandAction(Command c, Displayable s) {
if(c == kelaur) {
xycanvas.newMaze();
}
}
}

Pola_gambar:
import java.util.Random;
import java.util.Vector;
public class pola_gambar {
private Random acak_acak = new Random();
int[][] area_xy;
public pola_gambar(int width, int height) {
area_xy = new int[width][height];
for(int i = 1; i < width - 1; i++) {
for(int j = 1; j < height - 1; j++) {
if((i % 2 == 1) || (j % 2 == 1)) {
area_xy[i][j] = 1;
}
}
}
area_xy[0][1] = 1;
createMaze();
}
private void createMaze() {
for(int i = 1; i < area_xy.length - 1; i++) {
for(int j = 1; j < area_xy[i].length - 1; j++) {
if((i + j) % 2 == 1) {
area_xy[i][j] = 0;
}
}
}
for(int i = 1; i < area_xy.length - 1; i+=2) {
for(int j = 1; j < area_xy[i].length - 1; j+=2) {
area_xy[i][j] = 3;
}
}
Vector possibleSquares = new Vector(area_xy.length
* area_xy[0].length);
int[] startSquare = new int[2];
startSquare[0] = getRandomInt(area_xy.length / 2)*2 + 1;
startSquare[1] = getRandomInt(area_xy[0].length / 2)*2 + 1;
area_xy[startSquare[0]][startSquare[1]] = 2;
possibleSquares.addElement(startSquare);
while(possibleSquares.size() > 0) {
int chosenIndex = getRandomInt(possibleSquares.size());
int[] chosenSquare = (int[])possibleSquares.elementAt(chosenIndex);
area_xy[chosenSquare[0]][chosenSquare[1]] = 1;
possibleSquares.removeElementAt(chosenIndex);
link(chosenSquare, possibleSquares);
}
possibleSquares = null;
System.gc();
}
private void link(int[] chosenSquare, Vector possibleSquares) {
int linkCount = 0;
int i = chosenSquare[0];
int j = chosenSquare[1];
int[] links = new int[8];
if(i >= 3) {
if(area_xy[i - 2][j] == 1) {
links[2*linkCount] = i - 1;
links[2*linkCount + 1] = j;
linkCount++;
} else if(area_xy[i - 2][j] == 3) {
area_xy[i - 2][j] = 2;
int[] newSquare = new int[2];
newSquare[0] = i - 2;
newSquare[1] = j;
possibleSquares.addElement(newSquare);
}
}
if(j + 3 <= area_xy[i].length) {
if(area_xy[i][j + 2] == 3) {
area_xy[i][j + 2] = 2;
int[] newSquare = new int[2];
newSquare[0] = i;
newSquare[1] = j + 2;
possibleSquares.addElement(newSquare);
} else if(area_xy[i][j + 2] == 1) {
links[2*linkCount] = i;
links[2*linkCount + 1] = j + 1;
linkCount++;
}
}
if(j >= 3) {
if(area_xy[i][j - 2] == 3) {
area_xy[i][j - 2] = 2;
int[] newSquare = new int[2];
newSquare[0] = i;
newSquare[1] = j - 2;
possibleSquares.addElement(newSquare);
} else if(area_xy[i][j - 2] == 1) {
links[2*linkCount] = i;
links[2*linkCount + 1] = j - 1;
linkCount++;
}
}
if(i + 3 <= area_xy.length) {
if(area_xy[i + 2][j] == 3) {
area_xy[i + 2][j] = 2;
int[] newSquare = new int[2];
newSquare[0] = i + 2;
newSquare[1] = j;
possibleSquares.addElement(newSquare);
} else if(area_xy[i + 2][j] == 1) {
links[2*linkCount] = i + 1;
links[2*linkCount + 1] = j;
linkCount++;
}
}
if(linkCount > 0) {
int linkChoice = getRandomInt(linkCount);
int linkX = links[2*linkChoice];
int linkY = links[2*linkChoice + 1];
area_xy[linkX][linkY] = 1;
int[] removeSquare = new int[2];
removeSquare[0] = linkX;
removeSquare[1] = linkY;
possibleSquares.removeElement(removeSquare);
}
}
public int getRandomInt(int upper) {
int retVal = acak_acak.nextInt() % upper;
if(retVal < 0) {
retVal += upper;
}
return(retVal);
}
}



sumber: 12 aplikasi java mobile (maxicom)

Sabtu, 16 Oktober 2010

Resep Anti Lupa

Semua penyakit pasti ada sumber penyebabnya. Begitu juga dengan penyakit lupa, engga akan muncul begitu saja. Apalagi yang mengalaminya remaja seusia kita yang seharusnya punya memori yang sangat kuat. Ada beberapa hal dapat timbulnya sifat pelupa di dalam diri kita.

1. pola makan yang tidak sehat. Menurut para dokter, timbunya lemak dan tingginya kadar kolesterol akibat keseringan makan junk food bisa menyebabkan peredaran darah ke otak jadi tidak lancer.

2. terlalu sibuk. Kegiatan sehari-hari yang padat bgt juga bisa jadi penyebab kita mudah lupa. Karena kebanyakan hal yang harus dikerjakan, kita jadi tidak focus dan selalu terburu-buru. Padahal kemamapuan otak kita untuk mencatat informasi ada batasnya.

3. stress. Beban masalah harus dipikirkan dan diselesaikan membuat kita membuat kita menjadi berfikir negatif., tidak bisa berkosentrasi dan mengabaikan hal-hal lain yang lebih penting.

Jurus Anti Lupa

Kalau sudah sadar diri kita suka lupa, jagan dibiarkan saja. Lakukan sesuatu untuk mengatasinya, ada beberapa jurus yang bisa kita coba untuk meminimalisir dampak dari pemnyakit lupa.

  1. Cara paling efektif adalah memasang reminder di HP kita yang akan mengingatkan kita harus melakukan apa. Biar lebih menarik perhatian kita, pasang nada alarm berisik dan aanoying banget.
  2. Tempelkan post it atau kertas berisi catatan di setiap sudut yang mudah terlihat. Misalnya dimeja belajar, pintu atau lemari. Buat catatan tersebut dengan tulisan yang besar dan menggunakan pulpen warna-warni supaya kelihatan jelas.
  3. Buat ceks list. Terutama di saat kita banyak hal yang harus kita kerjakan. Dengan selalu membuat check list, kita bisa menghindari kemungkinan melupakan sesuatu.
  4. Biasakan meletakan benda penting di lihat yang mudah terlihat. Jadi saat kita membutuhkannya, langsung terlihat dan tidak terlalu bingung mencarinya lagi.
  5. kurangi mekanan berlemak dan perbanyak mengkomsumsi makanan berprotein, buah, sayur, dan vitamin. Makanan sehat ini akan memberikan suntikan energi bagi otak kita.
  6. Olahraga secara teratur. Karena olahraga itu salain mempelancar aliran darah ke otak, juga bisa membuat kita relax sehingga stress dan kecemasan yang mengganggu pikiran bisa hilang.